Kondisi Saham Big Bank Usai Pengumuman MSCI: BBCA -14%, BBRI -11%, BMRI -8%

Kondisi Saham Big Bank Usai Pengumuman MSCI: BBCA -14%, BBRI -11%, BMRI -8%

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2026 11:20 WIB
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah  254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 setelah seharian berkut
Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
Jakarta -

Saham perbankan tercatat kompak melemah tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Hal tersebut terjadi menyusul pengumuman MSCI terkait potensi reklasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market dari Emerging Market.

Berdasarkan data RTI Business, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini terpantau melemah 10,67% ke level 5.238,24 pukul 10.58 WIB. Sejalan dengan hal tersebut, big bank caps milik swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), turut melemah.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 14,40% ke level Rp 5.200 per saham. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 11,29% ke harga Rp 2.750 per saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 10,56% ke level Rp 3.050 per saham. Terakhir PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat melemah 8,29% ke harga Rp 3.650 per saham.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, pelemahan IHSG hari ini terjadi menyusul pengumuman MSCI yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Dalam pengumuman MSCI, potensi penurunan status ini terjadi karena kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.

"Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi," tulis pengumuman MSCI dikutip Jumat (16/10/2026).

Saksikan Live DetikSore:

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads