Bank Mandiri Buka Suara soal Gadai Saham Perusahaan Haji Isam

Bank Mandiri Buka Suara soal Gadai Saham Perusahaan Haji Isam

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 18 Okt 2026 09:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemabli dibuka usai libur lebaran. IHSG anjlok 598,56 atau 9,19 % ke posisi 5.912,06.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) buka suara soal aksi gadai saham yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali dua emiten milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Kedua saham emiten tersebut diketahui menjadi agunan kredit yang diajukan ke Bank Mandiri.

Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan pemberian kredit yang diberikan bukan untuk pembelian saham. Adapun fasilitas kredit ini diberikan perseroan kepada PT Jhonlin Baratama (JB), perusahaan afiliasi JARR dan PGUN.

Ia menjelaskan, fasilitas kredit ini diberikan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) pengembangan usaha. Selain itu, fasilitas kredit ini diberikan untuk pembiayaan perusahaan dan usaha di sektor batubara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fasilitas kredit yang ditujukan dalam rangka pengembangan usaha meliputi capex serta kebutuhan pembiayaan Perusahaan dan Group Usaha di industri Batu Bara dan Penunjangnya," ungkapnya dikutip dari Keterbukaan Informasi, Minggu (18/10/2026).

ADVERTISEMENT

Adhika menegaskan, Bank Mandiri memberikan kredit dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah repayment capacity dan kebutuhan pembiayaan.

Selain itu, perseoan juga mengedepankan tiga pilar kualitas kredit yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberikan fasilitas kredit untuk Jhonlin Group. Pilar tersebut mencakup prospek usaha, kinerja, dan kemampuan membayar.

Kapasitas Jhonlin Baratama sebagai operating company juga turut menjadi pertimbangan utama Bank Mandiri memberikan kredit. Perusahaan itu disebut turut menghasilkan EBITDA dan induk dari beberapa anak perusahaan yang dapat memberikan dividen.

"Pemberian fasilitas kredit juga mempertimbangkan realisasi bisnis ekosistem Jhonlin Group di berbagai industri dengan Bank, potensi bisnis kedepan, termasuk pengenaan pricing mempertimbangkan profitabilitas Bank," jelasnya.

Selain saham, agunan yang menjadi jaminan dalam pemberian kredit ini adalah fixed asset dan non-fixed asset serta rekening Perusahaan. Penilaian saham sebagai agunan juga sesuai Pasal 4 POJK 40 tahun 2017 dan kebijakan internal, di mana agunan saham merupakan sumber pelunasan sekunder/second way out dan dinilai secara konservatif.

Adhika menegaskan, Bank Mandiri mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk setiap penyaluran kredit melalui analisis kelayakan usaha, kemampuan pembayaran, kecukupan agunan, dan penerapan manajemen risiko.

"Perseroan juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas kredit secara berkala sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas aset, kesehatan keuangan, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.

Gadai Saham Emiten Haji Isam

Diketahui, PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR) merupakan pemegang saham terbesar di PGUN yang menggadaikan seluruh kepemilikannya ke Bank Mandiri pada 28 September lalu.

Araya Agro Lestari misalnya, menggadaikan menggadaikan 100% atau setara 2.205.667.896 lembar saham atas PGUN. Kemudian Citra Agro Raya juga menggadaikan 100% atau setara 2.194.718.786 lembar saham atas PGUN. Terakhir Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 100% atau setara 900.000.250 lembar saham perseroan.

"Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan," tulis tujuan dari gadai saham yang dilakukan ketiga perusahaan tersebut, Rabu (7/10/2026).

Selain pemegang saham PGUN, gadai saham juga dilakukan emiten milik Haji Isam lainnya, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang dilakukan oleh pengendali utama perseoan PT Eshan Agro Sentosa pada Rabu (30/9/2026).

Adapun jumlah saham yang digadaikan mencapai 100% atau setara 7.997.556.204 lembar saham yang dimiliki Eshan Agro Sentosa. Gadai saham ini dilakukan untuk peningkatan jaminan atas fasilitas kredit yang diterima JARR dari Bank Mandiri.

"Penandatangan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk," tulis Direktur Utama JARR, Indra Irawan, Rabu (7/10/2026).

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads