Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom mengatakan, BI hanya akan melakukan pemantauan saja karena secara historis rupiah memang kerap melemah di akhir tahun.
"Kita pantau terus, tapi sepanjang ini kita tidak melihat unsur lain seperti spekulasi. Jadi ini karena unsur kebutuhannya saja," ujar Miranda disela acara MoU aplikasi BIG-eb (BI Government-electronic banking) di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
Miranda menjelaskan, setiap akhir tahun kebutuhan dolar AS memang selalu meningkat. "Menjelang akhir tahun kebutuhan akan valas itu semakin meningkat jadi secara historis sudah demikian," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupiah pada perdagangan valas pukul 10.45 WIB Kamis ini ada di posisi 9.400 per dolar AS. Transaksi di pasar valas menjelang tutup tahun ini relatif sepi. (ir/ddn)











































