IHSG Kembali Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Kembali Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

- detikFinance
Rabu, 21 Okt 2026 08:32 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
IHSG Kembali Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Bursa saham Indonesia berbalik menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. IHSG pada perdagangan Selasa (20/10) ditutup naik 5,65% ke level 5.278,99.

Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham big caps. BBRI naik 9,84%, BBCA menguat 7,88%, dan TLKM melonjak 16,38% sehingga menjadi saham yang paling banyak mendorong pergerakan indeks. Di sisi lain, BYAN turun 3,86%, MORA melemah 6,87%, dan DCII turun 1,14%.

Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual. Di pasar reguler, net sell asing mencapai Rp2,13 triliun, sedangkan jika dihitung di seluruh pasar nilainya mencapai Rp2,21 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh 11 sektor saham yang tercatat di BEI kompak menguat. Sektor transportasi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 8,55%.

Dari bursa Amerika Serikat (AS), pergerakan indeks berlangsung beragam. Dow Jones naik 1,02% ke 52.495, S&P 500 menguat 0,28% ke 7.712, sementara Nasdaq turun tipis 0,02% ke 26.424.

ADVERTISEMENT

Penguatan IHSG terjadi setelah koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan pasar turut dipengaruhi aksi bargain hunting, rencana buyback sejumlah emiten dengan nilai sekitar Rp4,50 triliun, serta perhatian investor terhadap rencana reformasi transparansi pasar modal.

Selain itu, rencana Danantara menambah kepemilikan saham sejumlah BUMN, termasuk sektor perbankan, turut menjadi perhatian di tengah sentimen terkait MSCI. Di pasar global, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 7,18% dan 9,65%.

Berita Emiten

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU)

MUTU mulai memperluas bisnis pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC) ke Vietnam. Perseroan membuka kantor cabang di Vietnam yang sekaligus disiapkan sebagai titik awal untuk ekspansi ke Laos dan Kamboja. Bisnis yang dibidik antara lain sektor kehutanan, lingkungan, dan pertanian.

Untuk memperkuat ekspansi tersebut, MUTU telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Forestry Science Institute of South Vietnam (FSISV). Perseroan juga melakukan diversifikasi melalui layanan inspeksi halal.

Ekspansi ke kawasan Indochina ini masih berkaitan dengan bisnis utama MUTU, terutama sertifikasi keberlanjutan, kehutanan, dan sawit. Pendapatan dari bisnis tersebut pada 2025 tercatat Rp331,48 miliar, tumbuh 7,33% dibandingkan tahun sebelumnya.

MUTU juga melihat perkembangan industri TIC global yang diproyeksikan mencapai sekitar US$290 miliar pada 2029. Namun, perseroan belum mengungkapkan target pendapatan maupun nilai investasi untuk ekspansi tersebut sehingga kontribusinya terhadap kinerja keuangan belum dapat dihitung.

Sebagai catatan, laba bersih MUTU pada semester I 2026 tercatat Rp14,72 miliar. Dengan demikian, perkembangan bisnis di Vietnam dan negara Indochina lainnya masih perlu dilihat kontribusinya terhadap pendapatan dan laba perseroan ke depan.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

WTON mulai mengirimkan produk bantalan rel kereta beton pracetak untuk proyek Metro Manila Subway Project (MMSP) di Filipina.

Pengiriman perdana dilakukan melalui jalur laut pada 22 September 2026. Produk tersebut dipasok melalui anak usaha WIKA Kobe, perusahaan patungan WTON dengan perusahaan asal Jepang, PS Construction Co., Ltd.

Dalam proyek ini, WIKA Kobe menjadi pemasok Colas Rail Philippines untuk Paket Kontrak CP106 yang mencakup pekerjaan E&M Systems and Track Works.

Proyek tersebut memiliki periode kontrak hingga 2029. Bagi WTON, pesanan ekspor ini menjadi tambahan order untuk mendukung visibilitas pendapatan dalam beberapa tahun mendatang. Manajemen juga menyampaikan proyek tersebut akan memberikan dampak terhadap pendapatan perseroan.

Di sisi lain, kinerja WTON pada semester I 2026 masih mencatat tekanan pada pendapatan. Pendapatan turun 5,51% YoY menjadi Rp1,48 triliun. Namun, laba bersih justru meningkat 9,14% YoY menjadi Rp4,75 miliar.

Kenaikan tersebut ditopang oleh perbaikan margin. Nilai kontribusi proyek Metro Manila terhadap pendapatan WTON belum dapat dihitung karena perseroan belum mengungkap nilai kontraknya.

PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)

VISI menyiapkan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dalam aksi tersebut, VISI akan menerbitkan 120,72 juta saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaannya ditetapkan Rp994 per saham sehingga dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp120 miliar.

Seluruh saham baru akan diserap oleh tiga pihak. PT Harmoni Semesta Investama akan mengambil 72,43 juta saham, sedangkan PT Atlas Raya Abadi dan PT Trinugraha Thohir Harmoni masing-masing menyerap 24,14 juta saham. PT Harmoni Semesta Investama merupakan pihak terafiliasi.

Aksi korporasi tersebut berdampak pada perubahan porsi kepemilikan pemegang saham publik. Kepemilikan publik diproyeksikan turun dari 19,99% menjadi 19,24%, atau mengalami dilusi sebesar 3,78%.

Rencana PMTHMETD telah memperoleh persetujuan dalam RUPS Independen pada 30 September 2026. Berdasarkan jadwal perseroan, saham baru akan diterbitkan pada 28 Oktober 2026 dan selanjutnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads