Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2026 10:54 WIB
Mata uang Dollar Singapura.dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Dolar Singapura/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Singapura (SGD) hari ini, Kamis (22/10). SGD saat ini menguat ke level Rp 14.100.

Berdasarkan data Investing, dolar Singapura saat ini menguat 0,10% atau 13,74 poin terhadap rupiah pada level Rp 14.131,70. SGD diperkirakan bergerak pada rentang Rp 14.084,99-14.133,11 hingga penutupan perdagangan hari ini.

Pada pembukaan perdagangan, dolar Singapura berada di level Rp 14.117,96. Sementara itu, terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS), rupiah saat ini berada pada level Rp 18.047 pada pukul 10.25 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, nilai tukar ringgit Malaysia menguat 3,05% terhadap rupiah pagi ini mencapai Rp 4.421. Secara bulanan, nilai tukar ringgit terhadap rupiah menguat 0,88% dan secara mingguan naik 0,70%.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menguat 25 poin atau 0,14% terhadap mata uang Garuda. Pada pembukaan perdagangan, dolar AS telah menguat 0,09% ke level Rp 18.039 pada perdagangan pagi ini. Dolar AS bergerak menguat dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.022.

Penyebab Rupiah Melemah

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, menyebut pelemahan rupiah terjadi imbas sentimen global, termasuk sentimen investor asing di pasar modal. Sentimen global tersebut adalah eskalasi geopolitik di Timur Tengah, ketatnya arah kebijakan moneter AS, dan sentimen investor asing di pasar saham.

"Nilai tukar rupiah pada 20 Oktober 2026 tercatat berada di level Rp 17.985 per dolar AS atau melemah 0,61% point-to-point, 0,61% point-to- point dibandingkan dengan akhir September 2026. Perkembangan ini dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kebijakan moneter di Amerika Serikat yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham," jelasnya dalam konferensi pers hasil RDG di kantor BI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Meski demikian, Destry menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter. Dalam hal ini, BI akan meningkatkan insentif untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan memperdalam pasar keuangan.

"Memperkuat kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," jelasnya.

Lihat juga Video: Saksi Ungkap Gazalba Beberapa Kali Tukar Dolar Singapura: Hampir Rp 6 M

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads