Tewasnya Bhutto dikhawatirkan akan meningkatkan risiko geopolitik di Pakistan yang merupakan salah satu negara pengembang nuklir. Ketidakstabilan politik ini ditakutkan bisa merembet ke perekonomian global.
Akibatnya investor akan mencari investasi yang aman seperti emas, Franc Swiss dan euro ketimbang dolar AS karena AS selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Pakistan.
"Berita kematian Bhutto mungkin tragis, yang juga akan mempunyai implikasi politik di sebagian dunia," kata Michael Cartine analis dari Thomson IFR Markets seperti dilansir dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemesanan barang-barang rumah tangga hanya naik 0,1% di bulan November jauh dari perkiraan analis yang sebesar 2,2%. Â
Kabar buruk itu langsung membuat dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (27/12/2007) turun terhadap euro diposisi 1,4622/US$ dibanding hari sebelumnya 1,4487/US$. Dolar AS juga turun terhadap yen ke posisi 113,67 yen dari hari sebelumnya 114,29 yen.
Sementara mata uang rupiah pada transaksi hari terakhir tahun ini diprediksi juga tidak akan banyak berubah di level 9.400-an per dolar AS.
Pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Jumat (28/12/2007) rupiah ada di level 9.415/US$ dan diperdagangkan dikisaran 9.413-9.418 per dolar AS.
Posisi rupiah pagi ini tidak berbeda jauh dengan penutupan perdagangan valas Kamis kemarin (27/12/2007) yang melemah ke posisi 9.415 per dolar AS.
(ir/ir)











































