Danantara Serok Saham Anjlok Imbas MSCI Lewat Mitra

Danantara Serok Saham Anjlok Imbas MSCI Lewat Mitra

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2026 09:00 WIB
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai membeli saham di tengah gejolak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Gejolak terjadi usai MSCI merilis ancaman penurunan klasifikasi saham Indonesia menjadi Standalone Market.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyebut pihaknya sudah membeli saham dengan prospek baik. Pandu bahkan menyebut Danantara akan terus melakukan pembelian saham selama valuasinya menarik.

"Jadi per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada yang menurut kami attractive dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospect yang baik. We want to own more of some of these shares," ujar Pandu dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pandu menjelaskan, persoalan yang menjadi sorotan MSCI perlu dibedakan dengan kondisi fundamental perusahaan yang tercatat di bursa. Menurutnya, sejumlah emiten Indonesia, khususnya BUMN yang dimiliki Danantara, masih memiliki prospek bisnis menjanjikan.

"Mengenai MSCI karena itu kan topical sekarang, menurut kami sih memang ada perbedaan antara dari sisi isu yang ada di pasar modal dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam pasar modal itu sendiri. Apalagi in particular saham-saham BUMN yang dimiliki oleh Danantara menurut kami memiliki fundamental yang baik, memiliki juga growth prospect yang baik, dan per hari ini valuasi yang sangat baik," bebernya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, Danantara Investment Management (DIM) tetap mempertimbangkan keuntungan dalam setiap keputusan investasi. Saat ini potensi imbal hasil dari sejumlah saham dinilai sebanding dengan risiko yang dihadapi.

"Dari sisi DIM tentunya kita selalu profit oriented, sekarang dari sisi risk reward menarik, kami juga sudah mulai masuk di pasar modal dan tentunya itu akan bertambah terus, tergantung nanti kondisi pasarnya," jelasnya.

Gandeng Mitra untuk Beli Saham

Sementara itu, Managing Director Global Relations & Communications, BPI Danantara, Pahala Mansury menjelaskan pihaknya menggunakan jasa mitra investasi untuk menentukan saham yang akan dibeli. Pembelian saham didasarkan pada pertimbangan profesional masing-masing mitra.

"Jadi, cara kita berinvestasi di investasi publik, kita tidak memilih saham secara langsung. Kita merekrut mitra, baik itu di pasar global maupun juga di pasar lokal, kita memilih mitra yang nanti mereka lah yang akan melakukan investasi," ungkap Pahala.

Pahala mengatakan, Danantara menilai secara ketat sebelum menunjuk mitra investasi. Penilaian mencakup rekam jejak, kinerja investasi sebelumnya, pengalaman, hingga proses pengambilan keputusan investasi.

Terdapat tiga pertimbangan utama dalam memilih mitra, yakni kinerja historis, kualitas tim investasi, dan mekanisme pengambilan keputusan. Kinerja investasi pada periode sebelumnya menjadi salah satu faktor dengan bobot penilaian terbesar.

"Pasti dong, nggak mungkin kita berinvestasi mencari mitra tidak atas dasar bagaimana historical performance. Tidak atas dasar, jadi team kemudian investment decision making process, performance, ini tiga hal yang paling utama untuk bisa kita menentukan dan memilih," tutup Pahala.

Halaman 3 dari 2
(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads