BI Buka-bukaan! Modal Asing Kabur dari Saham, SBN hingga SRBI

BI Buka-bukaan! Modal Asing Kabur dari Saham, SBN hingga SRBI

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2026 13:17 WIB
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea / Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengakui terjadi outflow atau arus keluar modal asing menyusul ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait opsi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan outflow terjadi tidak hanya di pasar saham, melainkan juga Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kita memang mengamati ada outflow di pasar saham sejak rilis konsultatif paper (MSCI) pada Jumat (16/10). Outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi SBN juga outflow, SRBI juga outflow," kata Erwin dalam Taklimat Media di kantornya, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin enggan mengungkapkan besaran modal asing yang keluar akibat sentimen MSCI tersebut. Ia hanya memastikan likuiditas rupiah berada dalam jumlah cukup dan memadai untuk memfasilitasi transaksi yang terjadi baik di pasar modal, SBN, maupun SRBI.

"Bagaimana pun transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuiditas rupiah, kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi," ucap Erwin.

ADVERTISEMENT

Selain itu, BI juga menyiapkan strategi apabila outflow imbas MSCI berpengaruh terhadap volatilitas nilai tukar rupiah. Adapun strategi yang disiapkan dengan operasi kebijakan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan spot.

"Kalau masih bisa dengan DNDF, dalam pengertian mereka nggak mau keluar hari ini, ya cover dulu pakai DNDF dengan risiko nilai tukarnya aman. Tapi kalau mau keluar hari ini, ya kita masuk dengan intervensi spot," beber Erwin.

Erwin menilai sejauh ini pelemahan nilai tukar rupiah masih dapat dikelola dengan baik. Ia berharap guncangan pasar keuangan Indonesia akibat peringatan MSCI dapat mereda.

"So far kalau kami lihat masih manageable, tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya. Ya sempat melemah di atas Rp 18 ribu, tetapi nggak terlalu jauh. Kita masih bisa kelola dengan baik dan mudah-mudahan shock-nya secara perlahan mulai reda," pungkas Erwin.

(aid/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads