Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ada posisi 2.728 hingga penutupan sesi I, Jumat (28/12/2007) mencatat kenaikan tertinggi yang berada di bawah China yang diwakili Shenzen dan Shanghai.
Demikian dikatakan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dalam jumpa pers pasar modal akhir tahun, di BEI, Jumat (28/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini nilai transaksi harian di BEI sebesar Rp 4,2 triliun. "Jadi aktivitas pasar modal kita tinggi sekali, dan jika dilihat dari indikator indeks dan nilai transaksi maka pasar modal kita di 2007 fantastis," katanya.
Kapitalisasi pasar saham di BEI sepanjang 2007 ini sudah mencapai 58% dari GDP. Meningkat dibanding 2006 yang sebesar 37% dari GDP.
"Kalau digabung dengan BES nilai kapitalisasi pasar kita bisa 60% dari GDP sepanjang 2007 ini," ujar Fuad.
Fuad mengatakan peran pasar modal semakin besar terhadap perekonomian. Pasar modal juga telah menjadi sumber pembiayaan menyaingi perbankan.
Hal ini dilihat dari total emisi saham dan obligasi di bursa yang sudah sebesar Rp 160 triliun.
Sepanjang tahun 2007 tercatat 24 perusahaan melakukan IPO atau meningkat 100% dibanding 2006 sebanyak 12 perusahaan. Nilai emisi saham juga meningkat signifikan sebesar 470,8% menjadi Rp 17,18 triliun.
Di tahun 2007 terdapat 25 emiten yang melakukan rights issue yang meningkat 56,25% dibanding 2006 sebanyak 16 emiten. Nilai rights issue juga meningkat dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 29,8 triliun.
Obligasi di tahun 2007 terdapat 39 perusahaan yang melakukan emisi naik 178,5% dibanding 2006. Total emisi juga meningkat dari Rp 11,4 triliun di 2006 menjadi Rp 31,2 triliun di tahun 2007.
Waspada
Fuad juga mengatakan terjadinya krisis yang di pasar modal dinilai perlu dialami sesekali oleh pasar modal sehingga investor dapat lebih hati-hati di dalam bertransaksi, dan kekhawatiran akan terjadinya bubble dapat berkurang.
"Faktor fundamental yang mempengaruhi pasar modal kita seperti krisis subprime mortgage kemarin itu ternyata ada hikmahnya untuk membuat kita lebih waspada," jelasnya.
Meskipun begitu, Fuad mengatakan bahwa saat ini kondisi fundamental makro dan mikro ekonomi Indonesia masih cukup baik, yang terlihat dari meningkatnya profitabilitas kinerja dari berbagai perusahaan termasuk para emiten.
"Jadi salah kalau dikatakan pasar modal tumbuh tapi sektor riil tidak, pertumbuhan pasar modal itu karena didukung oleh pertumbuhan di sektor riil," jelasnya.
Fuad menuturkan bahwa sampai saat ini peranan investor domestik dalam transaksi di pasar modal Indonesia terus meningkat. "Sekarang perbandingan antara investor domestik dan asing menjadi 50:50 setelah sebelumnya porsi investor asing sebesar 70 persen," ujarnya.
Β (ir/qom)











































