Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani sebelum menutup perdagangan saham tahun 2007 di Gedung BEJ, Jumat (28/12/2007). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany dan seluruh direksi BEI dan manajemen sejumlah emiten.
Perdagangan saham di 2007 ditutup dengan seremoni rutin seperti peniupan terompet dan pelepasan balon di lantai perdagangan BEI. Para pialang tampak antusias menyambut penutupan perdagangan di tahun 2007.
"Ini bursa sekarang kan dua rumah tangga menjadi satu, diharapkan terus langgeng walaupun sebelumnya sempat dipaksa. Tapi ternyata sebelum kulino (terbiasa) sudah cinta. Ini diharapkan dapat berlanjut terus. Dan BEI sendiri diharapkan bisa terus menciptakan rekor," harap Sri Mulyani.
Sebelum penutupan, Sri Mulyani juga berharap IHSG yang semula melemah bisa ditutup menguat.
"Mudah-mudahan pas saya nutup, saya sudah jauh-jauh kesini ditutupnya jangan minus tapi justru bertambah. Indeksnya jangan minus, kalau minus nggak boleh kurang dari 2.700," candanya.
Dan ternyata memang, IHSG pada penutupan perdagangan di tahun 2007 berhasil naik 6,122 (0,22%) ke level 2.745,826. IHSG terselamatkan di menit-menit terakhir setelah sepanjang perdagangan melemah karena sentimen negatif pelemahan bursa regional setelah terbunuhnya mantan PM Pakistan Benazir Bhutto. Namun kenaikan IHSG tersebut masih belum menembus rekor tertingginya di tahun 2007. (qom/ir)











































