Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani sebelum menutup perdagangan saham tahun 2007 di Gedung BEJ, Jumat (28/12/2007). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany dan seluruh direksi BEI dan manajemen sejumlah emiten.
"Para pengamat bilang sektor riil tidak bergerak, hanya sektor keuangan saja. Padahal itu tidak benar, contohnya seperti emiten tambang dan yang lainnya, itu kan menyangkut sektor riil. Jadi pertumbuhan kinerja bursa saham Indonesia 50% pada tahun ini itu ada linkage-nya terhadap sektor riil, dan ini memberikan confident pada pelaku usaha di Indonesia," urai Sri Mulyani.
Pemerintah berjanji akan terus menjaga kondisi ekonomi yang kondusif untuk para pelaku ekonomi. Di tahun 2007, Menkeu mengaku cukup gembira dengan capaian pertumbuhan ekonomi.
"Bahkan yang terakhir, ternyata pertumbuhan ekonomi sudah lebih besar dari perkiraan optimis saya, saya memperkirakan 6,4%, ternyata pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mengharapkan agar momen pertumbuhan ekonomi yang akan dijaga pada tahun 2008 bisa dimanfaatkan oleh semua pihak.
"Stabilitas ekononi akan kita jaga, gejolak mungkin akan tetap ada. Tapi jangan kecil hati, ini harus jadi pelatihan buat kita untuk tahan terhadap goncangan," tambahnya.
Di tahun 2008, pemerintah juga akan memfokuskan pada sektor-sektor kebutuhan masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan dan juga kesehatan.
"Jadi policy dari sisi makro akan terus menjaga stabilitas agar para pengusaha dapat terus ekspansi dalam berusaha dan pada ujungnya akan terus menciptakan lapangan kerja, karena opportunity kerja di Indonesia itu tidak terbatas," pungkasnya. (qom/ir)











































