GOTO Cetak Laba Rp 441 Miliar

GOTO Cetak Laba Rp 441 Miliar

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2026 21:41 WIB
GoTo Rilis Model LLM 27B, Paham Bahasa Indonesia hingga Daerah
Ilustrasi.Foto: GoTo
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat laba bersih Rp 441 miliar pada kuartal III-2026. Capaian ini berbalik dari periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan masih membukukan rugi bersih Rp 255 miliar.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menjelaskan capaian tersebut ikut meningkatkan target EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) untuk 2026 menjadi Rp 3,5 triliun hingga Rp 3,7 triliun. Menurutnya, pencapaian ini diraih di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir.

"Pada kuartal ketiga 2026, GOTO kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp 3,5- Rp 3,7 triliun," ungkap Hans dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hans menjelaskan, pendapatan bersih GOTO tumbuh 17% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,6 triliun pada kuartal III-2026. Sementara itu, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) inti meningkat 89% yoy menjadi Rp194 triliun.

"Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh
pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, GOTO telah membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7% dari total saham perseroan. Langkah ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Hans menyebut pembatalan saham tresuri akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada. Selain itu, perseroan akan melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) karena menilai saham GOTO saat ini dianggap menarik.

Hingga 29 Oktober 2026, GOTO telah mengalokasikan dana Rp 985 miliar untuk buyback 36 miliar saham. Adapun saat ini, GOTO memiliki alokasi dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk periode buyback hingga Juni 2027.

"Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver," pungkasnya.

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads