Laba Bersih PANI Melonjak 145%, Tembus Rp 1,9 Triliun

Laba Bersih PANI Melonjak 145%, Tembus Rp 1,9 Triliun

Hana Nushratu Uzma - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2026 17:13 WIB
Agung Sedayu Group
Foto: Agung Sedayu Group
Jakarta -

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merupakan salah satu pengembang (developer) properti terkemuka yang berlokasi di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sebuah kota mandiri modern berskala besar yang membentang di kawasan pesisir utara Jakarta hingga Banten.

Didukung konektivitas prima menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) via Tol KATARAJA, PANI terus berinovasi menghadirkan kawasan hunian dan komersial modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Pertumbuhan kawasan yang pesat serta portofolio proyek yang solid menjadikan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan, baik bagi investor ritel maupun institusi, lokal hingga mancanegara.

PANI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Pada periode tersebut, PANI telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 1,9 triliun, meningkat 145% year-on-year (YoY). Kinerja keuangan PANI terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial (commercial land plots) di kawasan CBD PIK2, yang mencakup sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan.

Sementara itu, segmen residensial berkontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan. Serah terima unit pada segmen ini meliputi Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.

ADVERTISEMENT

Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY dengan kontribusi terhadap pendapatan total sebesar 16%. Serah terima produk komersial meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay. Serah terima pada segmen residensial maupun komersial seluruhnya mencakup proyek-proyek yang berlokasi di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sebagai salah satu emiten properti terdepan, kuartal tiga tahun ini total aset PANI konsisten meningkat menjadi Rp 51,1 triliun, naik dari posisi Rp 50,6 triliun per 31 Desember 2025. Aset ini menjadi modal utama perseroan dalam mendanai operasional dan kelanjutan mega proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2.

Di periode yang sama total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi Rp 16,9 triliun, lebih rendah sekitar 10,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 18,9 triliun. Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar. Di laporan yang sama, PANI mencatat pertumbuhan ekuitas yang kuat.

Kenaikan total ekuitas sebesar 8% ditopang oleh kombinasi akumulasi laba bersih berjalan serta realisasi dana segar dari PMTHMETD IV (Private Placement) yang dieksekusi pada akhir Juni 2026. Melalui aksi tersebut, PANI menyerap dana sekitar Rp 498 miliar sehingga struktur modal lebih tangguh dan tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio/DER) PANI menjadi 0.01x dimana jika dibandingkan dengan periode lalu sebesar 0.02x.

Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 Ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp 38,3 triliun. Didukung hal tersebut, PANI berupaya untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan kondisi keuangan perusahaan pada kuartal III 2026 masih solid. Perseroan juga terus menjalankan kegiatan usaha dengan menyesuaikan perkembangan pasar dan kondisi ekonomi.

"Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," jelas Sugianto dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pengembangan kawasan PIK2 turut didukung peningkatan konektivitas melalui Tol KATARAJA yang telah beroperasi secara parsial sejak tahun lalu. Selain itu, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) diharapkan dapat mendorong aktivitas pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran atau Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

"Sebagai pengembang kawasan PIK2, kami optimis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2, dan kami lanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027," pungkasnya.



(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads