IHSG Berharap Berkah SBY

IHSG Berharap Berkah SBY

- detikFinance
Rabu, 02 Jan 2008 08:14 WIB
Jakarta - Pasar saham Rabu ini (2/1/2008) akan memulai perdagangan perdana di tahun 2008. Pembukaan pasar yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan tidak mengecewakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pencapaian IHSG yang naik 52% selama 2007 diharapkan masih bisa berlanjut di awal tahun ini. Meski sentimen pasar global sedang loyo, pelaku pasar akan menggunakan faktor fundamental dalam negeri seperti kinerja emiten.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan bursa hari terakhir tahun 2007 Jumat lalu (28/12/2007), IHSG naik 6,122 poin (0,22%) ke posisi 2.745,826.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor juga menunggu data inflasi tahun 2007 dan bulanan Desember 2007 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu siang ini. Yang perlu diwaspadai investor awal tahun ini adalah Januari Effect yang biasa terjadi pertengahan bulan. Januari Effect ini adalah saat investor menjual sahamnya untuk mendapatkan gain dari window dressing di akhir tahun lalu.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Bhakti Securities

Prestasi yang sangat mengesankan bagi indeks kita di tahun 2007 dengan membukukan gain sebesar 52% sepanjang tahun. Indeks diakhiri dengan menguat tipis 0,22% ditengah tekanan akibat aksi profit taking yang melanda bursa regional. Awal tahun 2008 dengan menatap positifnya kondisi perekonomian Indonesia kami perkirakan indeks akan kembali di buka menguat mengantisipasi datangnya sentimen dari Januari efek. Kisaran indeks harian 2.730 – 2.800.   

Optima Investama

Indeks ditutup masih positif seperti yang diperkirakan semula walaupun regional cenderung melemah serta tekanan profit taking yang cukup kuat ditengah aksi window dressing. Indeks sukses mencetak rekor tertinggi kedua setelah bursa China sehingga bakal menarik pemodal asing untuk berinvestasi di Indonesia apalagi adanya merger antara BEJ dan BES menjadi BEI bakal meningkatkan kapitalisasi serta likuiditas di pasar.

Pada awal tahun 2008, para investor, retail maupun fund manager baik domestik atau asing mulai membuat planning portofilo baru yang potensial memberikan keuntungan paling optimal. Sektor pertambangan, perkebunan, energi masih menjadi favorit investor karena ekspektasi harga komoditas dan minyak yang masih tinggi.

Faktor eksternal seperti subprime di AS masih terasa dan belum bisa cepat hilang karena itu investor perlu mencermati namun tidak perlu panik karena bukan faktor fundamental yang berasal dari dalam negeri. Secara umum kondisi makro dan mikro dari domestik cukup kondusif terlihat dari tingkat inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan GDP sehingga akan memberikan sentimen positif pada laporan keuangan 2007 dan akhirnya bakal mendongkrak indeks naik lebih tinggi.      

Hari ini indeks diperkirakan berkisar 2.730-2.760 dengan saham pilihan ANTM, AALI, BUMI, TBLA, dan ASII. 
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads