Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya saat peresmian logo baru Bursa Efek Indonesia di Gedung BEJ, Senin (2/1/2008).
"Investor domestik terus meningkat dibandingkan investor asing. Jadi kita telah menjadi tuan rumah di negara sendiri," jelas Menkeu dengan bangga.
Menkeu juga melihat, budaya investasi di Indonesia kini semakin beragam dan meningkat dari awalnya pada investasi konvensional di perbankan saja.
"Di negara maju, peranan pasar modal itu penting sebagai syarat menumbuhkan perekonomian. Karena itu, untuk menjaga kepercayaan investor, integritas pasar modal harus ditingkatkan," jelasnya.
Atas dasar keperluan itu, kata Menkeu, maka pasar modal di tahun 2007 mengambil tema 'Tumbuh Bersama dengan Integritas di Pasar Modal'.
Menkeu juga mengungkapkan kebahagiaannya atas capaian pasar modal Indonesia yang luar biasa. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja terbaik di 2007 yaitu pernah mencapai 2.810,9 pada 11 Desember, sebelum ditutup pada kisaran 2739 pada 28 Desember.
"Jika diukur dari tahun 2006, maka IHSG tumbuh 52%. Angka tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi di Asia dan no 3 di Asia Pasifik setelah dua bursa China," kata Menkeu.
Nilai kapitalisasi pasar juga meningkat yang pada tahun 2007 mencatat Rp 1.927 triliun, meningkat lebih dari 57% dibanding 2006. Pertumbuhan kapitalisasi pasar ini cukup signifikan.
Peran pasar modal terhadap PDB juga meningkat dari 37,4% di 2006 menjadi 67% di 2007 terhadap PDB nasional. Nilai transaksi tahunan meningkat 130% menjadi lebih dari 1.043 triliun. Demikian juga dengan transaksi harian dari Rp 1,85 triliun di 2006 menjadi Rp 4,2 triliun di 2007.
Menkeu juga menjelaskan, perusahaan di Indonesia itu sudah mulai percaya kepada pasar modal. Di tahun 2007 ada 61 perusahaan yang masuk ke pasar modal. 22 menerbitkan saham, dan 38 menerbitkan obligasi. Dengan nilai total emisi semuanya sebesar Rp 47 triliun.
"Ini tumbuh sangat signifikan di tahun 2006 yang nilai emisinya Rp 12,7 triliun. Ini menunjukkan bahwa pasar modal dan sektor riil merupakan suatu hubungan yang tidak terpisahkan," imbuhnya.
Atas capaian yang luar biasa itu, Menkeu kembali berpesan agar investor tak lupa membayar pajak.
"Karena mereka kan dapat capital gain yang besar, dilihat dari laporan-laporan tadi. Jadi sudah pantaslah mereka memenuhi kewajiban mereka membayar pajak sesuai dengan keuntungan yang mereka dapatkan," pungkasnya. (qom/ir)










































