Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada pelaku pasar dalam pidato pengenalan logo baru Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/1/2007).
Fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai semakin kuat karena ternyata bisa merespons dengan baik krisis yang terjadi seperti gejolak subprime mortgage dan tingginya harga minyak
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi di pasar modal diharapkan bisa dipertahankan karena pencapaian IHSG 52% mencerminkan adanya perbaikan ekonomi baik makro maupuan sektor riil.
"Tidak benar jika sektor riil kita tidak bergerak karena kenaikan penerimaan pajak mencerminkan pendapatan yang makin baik," ujar SBY.
SBY mengatakan prestasi pasar modal juga mencerminkan kondisi politik, pertahanan dan kesejahteraan yang baik dan bisa mendororong kepercayaan.
"Di tahun 2008 opportunity masih besar dimana momentum pertumbuhan ekonomi masih positif," katanya.
Di tahun ini lanjut SBY, akan banyak emiten masuk pasar modal, dan juga investor domestik di pasar modal.
"Kalau keduanya bisa kita tingkatkan maka kita akan bisa menguatkan pasar modal dari eksternal shock. Jadi mari kita perkuat dengan serius, confidence juga penting. Saya yakin pasar modal kita ditahun ini main kuat dan berkembang. sehingga bisa tingkatkan peranannya pada perekonomian," harap SBY. (ir/qom)










































