Wall Street Panik Harga Minyak

Wall Street Panik Harga Minyak

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2008 08:25 WIB
Jakarta - Harga minyak di New York pada perdagangan 2 Januari waktu setempat sempat menyentuh level US$ 100 per barel yang membikin panik lantai bursa di Wall Street.

Namun harga minyak pada perdagangan 2 Januari 2008 akhirnya ditutup di level US$ 99,62 per barel untuk jenis light sweet pengiriman Februari. Sedangkan di London harga minyak jenis Brent di level US$ 97,84 per barel.

Naiknya harga minyak hingga US$ 3 per barel pada awal tahun ini membuat saham-saham manufaktur di Wall Street berjatuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil indeks Dow Jones pada penutupan Rabu (2/1/2008) anjlok hingga 220,86 (1,67%) menjadi 13.043,96. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 21,20 poin (1,44%) menjadi 1.447,16 dan indeks komposit Nasdaq jatuh 42,65 poin (1,61%) menjadi 2.609,63.

Rontoknya Wall Street juga dipastikan akan ikut mengikis bursa regional termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (3/1/2008).

Terlebih dari dalam negeri awal tahun baru ini juga diiringi dengan sentimen negatif yakni inflasi Desember 2007 yang tinggi di luar perkiraan pasar.

Inflasi Desember melambung menjadi 1,10 persen berkat adanya kenaikan berbagai komoditas. Sedangkan inflasi kalender Januari-Desember 2007 tercatat sebesar 6,59 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (2/1/2008) IHSG terjun 14,319 poin (0,52%) ke posisi 2.731,507.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Bhakti Securities


Indeks pada perdagangan awal tahun 2008 diwarnai oleh sentimen negatif yang berasal dari melemahnya bursa regional serta laju inflasi tahun 2007 yang berada di atas target pemerintah sebesar 6% sehingga indeks ditutup melemah sebesar 0,52% menjadi 2,731.

Di perdagangan hari ini indeks kami perkirakan akan bergerak sideways dengan kisaran pergerakan antara 2.700 - 2.760 terindikasi oleh masih lemahnya volume perdagangan.

Optima Securites

Awal tahun 2008 indeks melemah tipis akibat sentimen bursa regional serta data inflasi bulan Desember yang di atas ekpektasi pasar sebelumnya yakni 1% karena demand yang melonjak menjelang libur panjang seperti Idhul Adha, Natal dan tahun baru sehingga inflasi tahunan menjadi 6,59%.

Sementara itu sentimen positif tentang insentif pajak sebesar 5% bagi emiten yang sahamnya dipasar minimal 40% bakal menjadi catatan bagi investor. Indeks pada hari ini diperkirakan melemah tipis dengan kisaran 2.700-2.740 dengan saham pilihan AALI, UNTR, UNVR, BUMI,dan BBRI. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads