Pada perdagangan di New York 2 Januari waktu setempat, harga minyak sempat menyentuh level US$ 100 per barel. Namun harga minyak pada perdagangan 2 Januari 2008 akhirnya ditutup di level US$ 99,62 per barel untuk jenis light sweet pengiriman Februari. Sedangkan di London harga minyak jenis Brent di level US$ 97,84 per barel.
Faktor minyak dunia menjadi pencetus utama pelemahan IHSG, selain sentimen negatif tingginya inflasi Desember 2007 yang di luar perkiraan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Kamis (3/1/2008) IHSG luruh 16,442 poin (0,6%) ke posisi 2.715,065.
Indeks LQ-45 turun 5,201 poin (0,87%) ke level 591,353 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,027 poin (0,01%) ke posisi 491,913.
Perdagangan hari ini mencatat frekuensi sebanyak 38.624 kali, dengan volume 2,105 miliar saham, senilai Rp 2,931 triliun. Sebanyak 59 saham naik, 121 saham turun dan 57 saham stagan.
Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 26.100, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 7.100, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.375, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.900.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.300 menjadi Rp 29.650, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 350 menjadi Rp 5.400 dan Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 275 menjadi Rp 3.700.Β
(ir/qom)











































