Rupiah Terkikis ke 9.415/US$

Rupiah Terkikis ke 9.415/US$

- detikFinance
Kamis, 03 Jan 2008 17:16 WIB
Jakarta - Mata uang rupiah terkikis sentimen negatif tingginya harga minyak dunia yang sempat tembus US$ 100 per barel. Rupiah kembali bergerak liar.

Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Kamis (3/1/2008) rupiah melemah 40 poin ke posisi 9.415 per dolar AS.

Rupiah gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia karena tingginya harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat valuta asing Farial Anwar dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (3/1/2008) mengatakan rupiah bisa tembus 9.500/US$ jika harga minyak pekan ini sentuh US$ 100 per barel.

Maka itu Farial meminta Bank Indonesia (BI) harus segera bertindak mengintervensi pasar karena posisi rupiah saat ini yang kian melemah terhadap dolar AS.

BI diminta melakukan tindakan nyata untuk penyelamatan rupiah bukan sekedar no action talk only (NATO).

"Harusnya BI intervensi dari dulu, bukan hanya dengan statement itu kan cuma NATO. BI punya cadangan devisa terbesar sepanjang sejarah jadi tidak masalah melakukan pengendalian pasar dengan jual dolarnya," ungkapnya.

Menurut Farial yang terjadi selama ini BI cenderung membiarkan penurunan nilai rupiah, karena sebenarnya BI juga merengguk keuntungan dari melemahnya rupiah terhadap dolar karena BI mendapat bunga dalam bentuk dolar dari pembelian surat utang AS. Bunga dalam dolar ini menurut Farial, digunakan BI untuk membayar bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"BI itu harus secepatnya bertindak, kalau bisa saat ini juga, apa mau nunggu rupiah Rp 10 ribu per dolar AS. Heran saya apa saja sih kerjanya BI," keluhnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads