Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dan menjaga nilai tukar rupiah di level yang aman bagi inflasi dan stabilitas ekonomi. Pernyataan itu terkait kembali melemahnya nilai tukar rupiah dikisaran Rp 9.400 per dolar AS beberapa hari terakhir.
Hal ini disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai rapat evaluasi kinerja fiskal dan moneter di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2007).
"BI selalu ada di pasar dan kita melihat dari hari ke hari nilai tukar ini akan selalu kita jaga dengan baik, karena mempengaruhi stabilitas dan peningkatan harga-harga," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burhanuddin juga mengatakan dalam mencermati pergerakan nilai tukar ini, BI juga mengacu kepada pergerakan tingkat inflasi dari barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga keseluruhan inflasi yang terjadi setiap bulannya terus terjaga.
"Maka itu, BI berada di pasar dan akan selalu menjaga inflasi," tegasnya.
(ard/qom)