yang dilepas 1,460 miliar lembar saham atau setara dengan 20%.
Anak usaha Pertamina ini akan menawarkan saham dengan nominal Rp 100 dan rencananya saham itu akan dicatatkan di BEI Februari mendatang.
Demikian penjelasan perseroan dalam paparan publik di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (8/1/2008). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Mandiri Sekuritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elnusa adalah perusahaan jasa migas terintegrasi dan jasa penunjang migas.
Saat ini komposisi kepemilikan saham Elnusa adalah Pertamina (51,38%), PT Tridaya Esta (46,44%), PT Danareksa Daiwa NIF Ventures (1,46%), PT Danareksa (persero) (0,49%), Karyawan Elnusa (0,15%), Yayasan Tabungan Hari Tua karyawan Elnusa (0,07%) dan Koperasi Karyawan Elnusa (0,01%).
Dan setelah IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah Pertamina (41,10%), PT Tridaya Esta (37,15%), PT Danareksa Daiwa NIF Ventures (1,17%), PT Danareksa (persero) (0,39%), Karyawan Elnusa (0,12%) , Yayawan Tabungan Hari Tua karyawan Elnusa (0,05%) dan Koperasi Karyawan Elnusa (0,01%), dan masyarakat (20%).
Per 31 Juli 2007, Elnusa mencatat laba bersih sebesar Rp 50,052 miliar, dengan pendapatan usaha Rp 1,150 triliun. Elnusa saat ini memiliki total kewajiban sebesar Rp 1,064 triliun.
Sebelum IPO, perseroan telah melakukan penggabungan beberapa anak usaha yang bergerak di jasa hulu migas. Anak usaha Elnusa, PT Sigma Cipta Utama juga melakukan penggabungan usaha dengan PT Elnusa Telematika dan PT Elnusa Rentrakom.
(ir/qom)











































