"Dana IPO akan digunakan sebesar 8,6% untuk keperluan pembelian tanah, 24,3% untuk pembangunan pabrik dan 67,1% untuk pembelian mesin produksi," kata Direktur Utama Yanaprima Ishadi dalam konferensi pers di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/1/2007).
Perseroan menawarkan saham perdana dengan kisaran price earning ratio sebesar 12,5 kali sampai 15 kali. Diharapkan pernyataan efektif dari Bapepam LK telah diperoleh 24 Januari mendatang sehingga masa penawaran bisa dilangsungkan tanggal 29-31 Januari. Perseroan menargetkan bisa mencatatkan diri di BEJ 4 Februari mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer Produksi perseroan Jap Irawan S. mengatakan saat ini kapasitas produksi perseroan telah maksimal sebesar 10 ribu ton per tahun. Untuk itu perseroan akan menambah kapasitas dengan pembangunan pabrik baru menjadi 14.500 ton per tahun.
"Diperkirakan pabrik tersebut akan selesai akhir 2007 atau awal 2008. Sehingga kontribusi pabrik baru terhadap pertumbuhan kinerja akan terasa tahun 2009," ujarnya.
Sampai akhir tahun 2008 perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 35% dari target tahun 2007. Tahun 2007, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 250 miliar dan laba Rp 14 miliar.
"Laba tahun 2007 tumbuh signifikan karena naiknya penjualan karena diversifikasi produk yang kami lakukan," kata Jap.
Yanaprima saat ini memproduksi karung plastik dan aneka tenun plastik serta kantong semen. Mayoritas produksi perseroan digunakan sebagai kemasan beras, pupuk dan semen. Perseroan merupakan perusahaan karung plastik pertama yang mencatatkan diri di BEI. (ard/ir)











































