Saham Mulai Bergerak Terbatas

Saham Mulai Bergerak Terbatas

- detikFinance
Rabu, 09 Jan 2008 07:57 WIB
Jakarta - Pasar saham dalam negeri diprediksi mulai bergerak terbatas. Ancaman profit taking mengintai saham-saham yang sudah mengalami jenuh beli seperti sektor perkebunan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (9/1/2008) diprediksi mulai akan tertekan.   

Bursa Wall Street yang ditutup melemah signifikan pada perdagangan Selasa waktu AS (8/1/2008) akan menyeret bursa regional ke pusaran negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones melemah 238,42  poin (1,86%) ke posisi 12.589,07, indeks Nasdaq turun 58,95 poin (2,36%) ke posisi 2.440,51 dan S&P turun 25,99 poin (1,84%) ke level 1.390,19.

Harga komoditas yang mulai turun juga akan membuat saham perkebunan berbalik arah. Sedangkan sentimen bertahannya BI Rate di level 8% sudah berlalu.
 
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (8/1/2008) IHSG naik 9,215 poin (0,33%) ke posisi 2,785,625.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin mencatat kenaikan +0.33%. Faktor dipertahankannya BI Rate pada 8% diperkirakan sudah diantisipasi oleh pasar. Meski demikian perlu diwaspadai bentuk doji dalam perdagangan kemarin. Negatif divergence pada IHSG juga mengindikasikan kemungkinan adanya penurunan dalam jangka pendek. Bentuk candle doji star mengindikasikan tekanan jual sudah mulai muncul. Hal tersebut ditandai oleh profit taking terhadap beberapa saham unggulan yang selama ini menggerakan indeks, seperti BUMI, ANTM, dan ISAT.

Anjloknya Dow Jones (-1.86%) tadi malam diperkirakan akan menjadi alasan profit taking berlanjut, kemungkinan besar terhadap saham perkebunan yang sudah sangat overbought (SGRO, UNSP, AALI). Harga komoditas CPO yang kami pantau pagi ini menunjukkan adanya penurunan sebesar -9.98% setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi. Kisaran support-resistance 2.760-2.805.
 
Optima Securites

Walaupun sempat menembus level 2.800, pergerakan bursa regional yang mixed, BI Rate yang bertahan di level 8% karena menguatnya inflasi 2008 membuat pelaku pasar cenderung profit taking khususnya pada saham yang telah mengalami rally. Sementara itu investor di pasar global akan mencermati pidato Ben Bernake pada hari Kamis guna mengetahui sinyal kebijakan suku bunga The Fed ditengah tekanan pengangguran serta data neraca perdagangan AS yang terus membesar defisitnya.  

Secara tehnikal indeks masih uptrend dan mendekati terbentuknya golden cross untuk MA-nya dimana hari ini diperkirakan menguat atau melemah tipis di kisaran 2.750-2810 dengan saham pilihan INDF, ANTM, LSIP, UNSP dan ASII.
   
Bhakti Securities

Indeks bertahan di kisaran positif dengan menguat sebesar 0,33% menjadi 2,785 pada perdagangan kemarin setelah sejumlah saham unggulan seperti ASII dan TLKM berhasil ditutup menguat. Indeks pada saat ini berada pada titik krusial dimana peluang ralli indeks sangat terbuka jika level 2,800 berhasil tertembus. Pergerakan indeks harian kami perkirakan berada di 2.743 - 2.826.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads