Bapepam: 12 Perusahaan Investasi Belum Tentu Bersalah

Bapepam: 12 Perusahaan Investasi Belum Tentu Bersalah

- detikFinance
Rabu, 09 Jan 2008 17:33 WIB
Jakarta - Bapepam-LK menerima laporan dugaan ilegal 12 perusahaan investasi. Namun mereka belum tentu bersalah karena nama-nama yang masuk hanya berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Satgas.

"Kita pun belum menduga mereka bersalah," kata Wahyu Hidayat, Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyelidikan Bapepam LK yang juga ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di bidang pengelolaan investasi saat ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2008).

Nama-nama 12 perusahaan investasi yang diduga ilegal itu dilampirkan Bapepam-LK dalam laporan akhir tahun 2007. Sejumlah perusahaan investasi sudah menyatakan bantahannya seperti Brankas Wealth Management, LifeJacket-Online.

"Yang kita tulis di laporan tahunan itu berdasarkan laporan dari masyarakat, jadi dari SMS, email yang diterima oleh Satgas. Jadi ini bukan dugaan Bapepam, melainkan berdasarkan hasil pengaduan," jelasnya.

Wahyu sangat hati-hati memberikan pernyataan saat ditemui di kantornya terkait klarifikasi temuan itu. Ia bahkan meminta anak buahnya untuk mengkonfirmasi sekali lagi laporan-laporan masyarakat yang masuk ke Satgas.

"Berdasarkan pengaduan itu, yang masuk itu sebanyak 12 perusahaan yang kita tulis ini. Tapi memang ada beberapa media yang nulis kesannya mereka itu melanggar, padahal itu berdasarkan laporan masyarakat yang belum kita tindaklanjuti," ungkapnya.

Satgas selanjutnya akan melakukan tindak lanjut bekerjasama dengan instansi lain seperti Bank Indonesia, Bappebti dll.

"Dan kita akan melakukan pengujian. Kalau memang nantinya ada pelanggaran, ya kita lihat," katanya.

Wahyu mengaku sejauh ini belum menerima protes dari 12 perusahaan investasi yang nama-namanya mereka lansir dalam laporan tersebut.

"Belum, belum ada complain ke Bapepam. Kita terbuka dan menerima complain, kalau mau datang, silakan. Pokoknya baik-baik lah," pungkasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads