Demikian disampaikan Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dalam siaran persnya, Jumat (11/1/2008).
"Keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi penerapan tarif yang ekonomis dan transparan yang mendapatkan respon positif dari masyarakat, penambahan jumlah saluran distribusi dan perbaikan sistem distribusi serta berbagai perubahan di bidang lain selama tahun 2007," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pelanggan, Hasnul juga mengatakan kinerja perseroan secara keseluruhan juga meningkat. Hal ini terlihat dari pendapatan per pelanggan (ARPU) yang stabil dan margin EBITDA yang meningkat. Peningkatan tersebut akan terefleksi dalam laporan keuangan perseroan tahun 2007 yang akan dpublikasikan pertengahan Februari 2008.
Kedepan, XL berharap Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) segera menurunkan tarif interkoneksi. Penurunan tarif tersebut akan berdampak positif bagi industri telekomunikasi.
"Kami percaya, pasar Indonesia masih sangat potensial. Saat ini kami sedang menunggu keputusan dari BRTI tentang penurunan tarif interkoneksi, karena tingginya tarif interkoneksi saat ini mengakibatkan tingginya biaya panggilan ke operator lain dan menyebabkan operator tidak dapat menurunkan tarif panggilan ke operator lain," kata Hasnul. (rou/ard)











































