Meski masih memiliki tren menguat, tekanan bursa global seperti Wall Street yang akhir pekan lalu merah akan membuat perdagangan saham Senin (14/1/2008) bisa terseret negatif.
Pada penutupan Jumat waktu AS (11/14/2008), indeks Diow Jones turun 246,79 poin (1,92%) ke posisi 12.606,30. Indeks Nasdaq turun 48,58 poin (1,95%) ke posisi 2.439,94 dan indeks S&P 500 turun 19,31 poin (1.36%) ke posisi 1.401,02.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan lalu (9/1/2008) IHSG melonjak 44,638 poin (1,6%) mengukir rekor baru di 2.830,263.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Bhakti Securities
Menguatnya harga minyak dunia kembali memicu investor untuk memburu saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan yang mengakibatkan indeks pada akhir perdagangan pekan kemarin berhasil meneruskan rallinya sebesar 1,60% menuju 2,830.
Indikator MACD telah menunjukkan perpotongan sehingga tren indeks telah berubah menjadi bullish dan hal ini mengindikasikan indeks pada perdagangan awal pekan ini akan kembali berpeluang untuk menguat dengan kisaran indeks harian 2.773-2.886.
Optima Securites
Walaupun melemah diawal sesi perdagangan, indeks cepat rebound ketika bursa regional mulai positif sehingga mencetak rekor tertinggi baru dilevel 2.830 yang sebelumnya secara teknikal telah diperkirakan bakal membentuk golden cross. Pelemahan Dow Jones sepertinya kurang berpengaruh terhadap indeks yang menguat empat hari berturut-turut tanpa koreksi apalagi menjelang libur panjang yang bagi pemain margin biasanya akan profit taking.
Sektor perkebunan masih menjadi katalis indeks apalagi harga CPO untuk bulan Maret telah menyentuh MYR 3.190/ton. Indeks saat ini dalam kondisi uptrend dilihat dari indikator MA dan MACD selanjutnya bakal menguji level psikologis 2.850. Pergerakan hari ini diperkirakan dilevel 2.790-2.860 dengan saham pilihan TINS, UNTR, ANTM, LSIP, dan BBRI.
(ir/ir)











































