Pasar Saham Makin Terpuruk

Pasar Saham Makin Terpuruk

- detikFinance
Rabu, 16 Jan 2008 08:25 WIB
Jakarta - Bursa-bursa utama dunia masih dirundung mendung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun belum bisa terlepas dari sentimen pelemahan itu.

Pada perdagangan Selasa (15/1/2008), pasar saham AS kembali dilanda kemerosotan terbesar setelah keluarnya data penjualan retail yang mengecewakan dan juga kerugian miliaran dolar AS yang dicatat oleh Citigroup. Bayangan AS menuju resesi pun semakin menjadi kenyataan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 277,04 poin (2,19%) ke level 12.501. Nasdaq juga melemah 60,71 poin (2,45%) ke level 2.417,59.

Bursa Saham Jepang pada perdagangan Rabu (16/1/2008) pun langsung ikut terpurk. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot hingga 190,71 poin (1,36%) ke level 13.781,92.

IHSG pada perdagangan hari ini masih akan terkena sentimen negatif kendati pada perdagangan kemarin sudah roboh hingga 80 poin. Saham-saham yang masih akan bertahan hanyalah pertambangan dan perkebunan menyusul terus melonjaknya harga komoditas.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Investama:


Indeks tertekan hingga 2,8% ke level 2730 karena sentimen negatif TLKM dan ASII terkait penurunan tarif interkoneksi dan kenaikan Pertamax. Disamping itu kenaikan BBM industri hingga 6,7% turut memukul sektor manufaktur, properti, keuangan dan infrastruktur. Hanya sektor perkebunan dan pertambangan yang masih cukup bertahan, karena dampaknya justru positif bagi keduanya. Investor bisa mencermati saham pada dua sektor tersebut yang terdiskon cukup besar. Indeks diperkirakan masih melemah dengan kisaran 2.680-2.800 serta saham pilihan: INCO, AALI, LSIP, PTBA dan BUMI.

Panin Sekuritas:


Kemarin IHSG anjlok -2.86% didorong oleh penurunan bursa regional. Para investor juga masih menanti data makro ekonomi AS yang rencananya dirilis pekan ini. Kekhawatiran akan resesi di AS masih akan mempengaruhi pasar untuk jangka pendek. Dari dalam negeri, merambat naiknya harga pangan diperkirakan dapat  mengancam inflasi. Secara teknikal, beberapa indicator oscillator juga masih menunjukkan kemungkinan IHSG masih bergerak melemah. Kisaran support-resistance pada 2.705-2.770.

Bhakti Securities:


Sentimen negatif atas kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi global menyeret indeks pada perdagangan kemarin melemah tajam sebesar 2,86% menjadi 2,730. Belum terlihat adanya perlawanan terhadap koreksi indeks kami perkirakan akan mendorong indeks pada perdagangan hari ini mencoba support minor di kisaran 2,710 dan jika pecah indeks akan berpeluang menuju kisaran selanjutnya di 2,650.   
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads