Pada perdagangan Rabu (16/1/2008), rupiah dibuka melemah tipis pada level 9.442 per dolar AS ,dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.428 per dolar AS.
Di pasar global, dolar AS bergerak sangat bergejolak karena investor masih terus berdebat seputar penurunan suku bunga AS yang akan diputuskan dalam rapat Bank Sentral AS akhir bulan ini.
Pada perdagangan kemarin di New York, dolar AS berhasil bangkit dari keterpurukannya. Euro tercatat melemah ke level 1,4803 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4866 dolar.
Namun dolar masih merosot atas yen ke posisi 106,71 yen, dibandingkan sebelumnya di level 108,71 yen.
Dolar bergerak sangat volatile setelah keluarnya data penjualan ritel yang mencatat angka terburuk dalam enam bulan. Sementara level inflasi sedikit mereda. Kombinasi antara lemahnya aktivitas ekonomi dan angka inflasi itu memicu spekulasi akan ada penurunan suku bunga di AS.
(qom/qom)











































