Bursa-bursa regional setelah pasar saham AS pada perdagangan kemarin turun tajam hingga 3 digit setelah keluarnya data penjualan ritel yang sangat buruk plus kerugian miliaran dolar AS yang dicatat Citigroup.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 277,04 poin (2,19%) ke level 12.501. Nasdaq juga melemah 60,71 poin (2,45%) ke level 2.417,59.
Pelemahan itu langsung menyeret pasar saham Asia lainnya pada perdagangan Rabu (16/1/2008) ini. Seluruh bursa global terkapar tapi IHSG mencatat penurunan terbesar hingga lebih dari 5%. Bursa Tokyo turun 1,79%, STI Singapura turun 2,05%, Taiwan turun 2,17%, Shanghai turun 2%, Kosdaq turun 2,55%, Seoul turun 1,93%, Hang Seng turun 3,91%, dan Australia turun 2,39%.
Apa sebenarnya yang terjadi di pasar saham saat ini?
"Pasar saham di Asia remuk redam karena mengantisipasi perekonomian AS, yang jika tidak mengelami resesi maka paling tidak akan melemah pertumbuhannya," ujar Daisuke Uni, chief strategist Sumitomo Mitsui Banking Corp seperti dikutip dari AFP.
Saham-saham perbankan menderita pelemahan yang paling tajam. HSBC Holding yang menderita cukup besar akibat subprime turun hingga 2%, Mizuho Financial Group turun 2,8%.
Hal itu dipicu oleh kerugian besar-besaran yang dicetak oleh Citigroup hingga dua kali dari yang diperkirakan akibat ekspektasi sektor subprime.
Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda bahkan memperingatkan bahwa kerugian besar yang dicetak Citigroup kemungkinan tak hanya mempengaruhi perekonomian AS, namun juga dunia.
"Kami akan menganalisanya dengan cara yang tenang dan mengambil langkah penting jika diperlukan," ujar Fukuda menanggapi anjloknya pasar saham hari ini.
(qom/ir)











































