"Dana hasil penjualan obligasi akan difokuskan untuk menyalurkan kredit tahun 2008 ini. Sebagian akan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di DKI. Seperti jalan tol dalam kota dan proyek Banjir Kanal Timur," ujar Dirut Bank DKI, Winny E. Hasan dalam peluncuran obligasi Bank DKI di Hotel Grand Hyatt, Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
Penerbitan obligasi badan usaha milik daerah ini dijamin oleh PT Mandiri Sekuritas dan PT Standart Chartered Securities Indonesia selaku penjamin emisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk obligasi senior tenor waktunya 5 tahun, sedangkan obligasi subordinasi memiliki tenor 10 tahun," jelas Winny.
Pada tahun 2008 ini, Bank DKI juga berencana masuk ke sektor kredit korporasi bernama kredit Bangun Karya.
"Namun kita tidak akan meninggalkan kredit multiguna, walaupun kita akan masuk ke kredit korporasi," ungkap Winny.
Melalui berbagai aksi korporasi tersebut, Bank DKI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 35-40% pada tahun 2008 ini. Sementara mengenai rencana initial public offering (IPO), Winny menjelaskan hal tersebut akan dilakukan pada tahun 2009.
(dro/arn)











































