Obligasi yang dimaksud adalah obligasi II/2007 sebesar Rp 500 miliar. Peringkat baru ini berlaku untuk periode 9 Januari 2008 - 1 Januari 2009.
"Peningkatan tersebut mencerminkan posisi bisnis perusahan yang semakin kuat dan kualitas aset yang sangat baik. Tapi peringkat tersebut masih dibatasi oleh margin perusahaan yang moderat," bunyi siaran pers Pefindo, Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan mengubah nama sebanyak dua kali, dimulai dengan perubahan pertama menjadi PT Central Sari Finance pada Februari 2002 dan kemudian menjadi BCA Finance pada bulan Maret 2005.
Setelah krisis keuangan, Bank BCA membeli kepemilikan saham JLC dan LTCB pada tahun 2000, sehingga struktur kepemilikan saham berubah menjadi Bank BCA (99,6%) dan Wella Jaya Saputra (0,4%). Kemudian saham Wella Jaya Saputra dibeli oleh BCA Finance Limited.
Saat ini perusahaan memfokuskan bisnisnya pada pembiayaan konsumen, khususnya pembiayaan mobil. Selain memanfaatkan cabang-cabang yang dimiliki oleh Bank BCA sebagai jaringan distribusi, perusahaan juga memiliki 29 cabang dan kantor perwakilan di 22 kota besar di Indonesia.
Sampai September 2007, BCA Finance memperkerjakan 621 karyawan untuk melaksanakan operasional harian perusahaan. (ir/qom)











































