Saatnya IHSG Berbalik Arah

Saatnya IHSG Berbalik Arah

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 08:45 WIB
Jakarta - Meski masih dilanda sejumlah sentimen negatif, namun posisi sejumlah saham yang sudah sangat murah membuat IHSG berpotensi untuk berbalik arah.

Positifnya pergerakan sejumlah bursa regional juga menjadi sentimen positif penggerak, kendati bursa Wall Street belum juga pulih.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham di Wall Street bergerak sangat bergejolak sebelum akhirnya ditutup kembali melemah. Indeks Dow Jones ditutup melemah 34,95 poin (0,28%) ke level 12.466,16.

Namun Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Kamis (17/1/2008) dibuka sudah kembali menguat. Indeks Nikkei-225 naik 91,87 poin ke level 13.596,38.

Sentimen positif dari bursa regional itu tampaknya akan sedikit menjadi vitamin penguat untuk pergerakan IHSG. Apalagi penurunan IHSG pada perdagangan kemarin sudah terlampau tajam, sehingga membuat investor justru tergiur untuk berburu saham yang murah. Namun karena kondisi pasar yang masih rentan, para investor cenderung hanya melakukan aksi beli selektif.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Bhakti Securities:


Panik selling melanda indeks dipicu oleh ketakutan akan ikut terseretnya perekonomian Asia akibat resesi di Amerika. Indeks terkoreksi tajam 137 poin menjadi 2,592 setelah sejumlah saham-saham unggulan kembali terkoreksi tajam. Belum terlihatnya reversal pattern serta adanya gap mengindikasikan peluang indeks untuk terus melemah masih terbuka. Kisaran indeks harian 2,530-2,657.Β Β  Β 

Optima Investama:

Indeks ditutup dilevel 2.592 atau melemahΒ  5% dipicu oleh Dow JonesΒ  yang sebelumnya anjlok 2.1%, kemudian menjalar ke bursa Asia seperti Nikkei dan Hangseng masing-masingΒ  -3.3% dan -5.3%. Pelemahan di bursa saham merembet ke bursa komoditas sehingga harga komoditaspun ikut turun padahal emiten yang bergerak disektor tsb selama ini menopang indeks.Dampak kenaikan BBM ikut memberikan sentimen negatifΒ  pada sektor yang sensitifΒ  terhadap kenaikan BBM disamping penurunan tarif interkoneksi yang berdampak pada sektor telekomunikasi.

Selama tiga hariΒ  indeks telah turunΒ  237 poin mendekati titik terendah di level 2.526 pada 22 November 2007 lalu dan diperkirakan masih melemah seiring bursaΒ  AS yang bearish. Investor bisa melakukan strategi buy on weakness pada saham di sektor pertambangan dan perkebunan karena secara fundamental masih kuat apalagi rencana pemerintah Thailand menambah impor CPO dan krisis energi di China karena kekurangan batubara bakal kembaliΒ  memompa harga kedua komoditas tersebut. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.540-2.650 dengan saham pilihan: AALI, TINS, BUMI, UNTR dan ANTM.

Panin Sekuritas:


Kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS yang berdampak pada perekonomian global menyebabkan bursa regional, termasuk IHSG anjlok dalam perdagangan kemarin. Disisi lain ancaman tingginya inflasi akibat kenaikan harga pangan(dan komoditas) juga menjadi sentimen tambahan. Secara teknikal dalam monthly chart terlihat kenaikan IHSG sepanjang K4-07 lalu ternyata diikuti oleh penurunan volume (divergence). Sementara indikator teknikal pun belum menunjukkan kemungkinan reversal. Hari ini kami perkirakan IHSG masih berada dalam tekanan jual. Meski demikian, dapat diperhatikan beberapa saham yang sudah oversold untuk trading jangka pendek.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads