Pada perdagangan Kamis (17/1/2008), rupiah dibuka melemah ke level 9.433/9.437 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.427 per dolar AS.
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono sebelumnya mengatakan, salah satu penyebab melemahnya rupiah adalah tingginya permintaan valas dari Pertamina dan PLN. BI melihat rupiah tak kunjung menguat seperti yang diharapkan.
Karena pelemahan rupiah yang tidak sesuai harapan BI, maka otoritas moneter terus menggawangi rupiah agar pergerakannya tidak terlalu bergejolak. BI juga berupaya terus memasok kebutuhan valas Pertamina dan PLN yang meningkat terkait tingginya harga minyak dunia.
(qom/qom)











































