Tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang relatif rendah di level 8% dijadikan kesempatan perusahaan untuk melakukan penawaran obligasi.
Tidak hanya perusahaan, pemerintah pun di awal tahun ini telah menjual obliglasi global senilai US$ 2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Obligasi I PT Bakrieland Development Tbk senilai Rp 500 miliar. Masa penawaran 22-26 Februari 2008 dan dicatatkan di BEI 3 Maret 2008.
Dananya untuk pengembangan proyek hunian Rp 350 miliar dan pembayaran utang Rp 150 miliar.
Obligasi Bakrieland Development ditangani oleh PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Recapital Securities, PT Madani Securities, dan wali amanat PT Bank Permata Tbk.
2. Obligasi II PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk senilai Rp 750 miliar. Masa penawaran 4-6 Maret 2008 dicatatkan dan di BEI 13 Maret 2008.
Dananya untuk pelunasan utang perseroan dan modal kerja. Obligasi Arpeni ditangani oleh DBS Vickers Securities Indonesia, PT CIMB-GK Securities Indonesia dan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).
3. Obligasi I PT Malindo Feedmill Tbk senilai 300 miliar. Masa penawaran 28 Februari - 3 Maret 2008 dan dicatatkan di BEI 10 Maret 2008.
Dananya untuk modal kerja 18%, pembangunan pabrik pakan baru di Kawasan Industri Cikande Serang Banten 34% dan akuisisi Leong Ayamsatu Primadona yang merupakan perusahaan terafiliasi 48%. Obligasi Malindo ditangani oleh PT CIMB GK Securities Indonesia dan wali amanat PT Bank Permata Tbk.
4. Obligasi subordinasi II PT Bank NISP Tbk senilai Rp 600 miliar. Masa penawaran 25-27 Februari 2008 dan dicatatkan di BEI 5 Maret 2008.
Dananya untuk memperkuat modal TIER II Capital, dan untuk pendanaan jangka menengah dan panjang. Obligasi NISP ditangani oleh PT CIMB GK Securities Indonesia, PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT NISP Sekuritas dan wali amanat PT Bank Mega Tbk.
5. Obligasi I PT Bussan Auto Finance senilai Rp 500 miliar. Masa penawaran 25-28 Februari 2008 dicatatkan dan di BEI 5 Maret 2008.
Dananya untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Obligasi Bussan ditangani oleh PT Standard Chartered Securities Indonesia, DBS Vickers Securities Indonesia dan wali amanat PT Bank Niaga Tbk.
6. Obligasi II PT BFI Finance Indonesia Tbk senilai Rp 500 miliar. Masa penawaran 4-6 Maret 2008 dan dicatatkan di BEI 13 Maret 2008.
Dananya 75% untuk kegiatan pembiayaan konsumen dan 25% untuk sewa guna usaha. Obligasi BFI ditangani oleh PT Danareksa Sekuritas, PT Optima Kharya Capital Securities, PT Investindo Nusantara Sekuritas.
7. Bank DKI menerbitkan obligasi senior senilai Rp 425 miliar dan obligasi subordinasi senilai Rp 325 miliar dengan tingkat suku bunga tetap. Langkah ini untuk mendukung ekspansi kredit.
Penerbitan obligasi badan usaha milik daerah ini ditangani oleh PT Mandiri Sekuritas dan PT Standart Chartered Securities Indonesia selaku penjamin emisi.
8. Perusahaan pembiayaan PT Tunas Financindo Sarana (Tunas Finance) senilai Rp 750 miliar. Dana penerbitan ini untuk mendukung pembiayaan perseroan.
Bertindak selaku penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, Standard Chartered Securities Indonesia, PT Lautan Dhana Securindo dan wali amanat Bank Mega.
9. Obligasi PT Thames PAM Jaya senilai Rp 750 miliar.
(ir/qom)











































