Kebutuhan Valas Pertamina Melonjak Dua Kali Lipat

Kebutuhan Valas Pertamina Melonjak Dua Kali Lipat

- detikFinance
Kamis, 17 Jan 2008 15:53 WIB
Jakarta - Kebutuhan valas Pertamina melonjak dua kali lipat seiring kenaikan harga minyak di pasar internasional. Ketika harga minyak masih sekitar US$ 70 per barel kebutuhan valas Pertamina hanya US$ 30-40 juta sehari.

Tapi begitu harga minyak saat ini mencapai US$ 100 per barel, kebutuhan valasnya membengkak sampai US$ 60-70 setiap harinya.
 
Demikian disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno dalam jumpa pers di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (17/1/2008).
 
"Kebutuhan valas kita memang naik. Dulu harga minyak hanya US$ 70, sekarang sudah US$ 100," katanya.
 
Ari menjelaskan, kebutuhan valas itu digunakan untuk membiayai impor minyak yang dilakukannya. Harga minyak impor yang melonjak tidak diimbangi peningkatan produksi minyak dalam negeri. Inilah yang membuat Pertamina tidak berkutik, mau tak mau tetap harus impor meski harganya melangit.
 
"Produksi kita tetap, pendapatan dalam Rupiah, sementara kita tetap harus impor," katanya.
 
Namun ia menyatakan setiap kebutuhan valas Pertamina selalu diinformasikan ke pemerintah dan Bank Indonesia.

Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono sebelumnya mengatakan, salah satu penyebab melemahnya rupiah saat ini adalah tingginya permintaan valas dari Pertamina dan PLN. Hal itu telah menyebabkan rupiah tak menguat seperti yang diharapkan.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads