Wall Street pada perdagangan Kamis (17/1/2008) kembali diterpa aksi jual besar-besaran setelah keluarnya data perumahan dan manufaktur yang buruk plus kerugian besar-besaran yang dicetak oleh Merrill Lynch.
Kerugian besar-besaran yang dicetak Merrill Lynch hingga US$ 9,8 miliar sekaligus menambah panjang daftar-daftar korban krisis subprime mortgage.
Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin kembali merosot hingga 3 digit yakni 306,95 poin (2,46%) ke level 12.159,21. Nasdaq melemah 47,69 poin (1,99%) ke level 2.346,90. Sejak awal tahun ini, Dow Jones sudah terpangkas hingga 8,3%, sementara Nasdaq terpangkas 11,5%.
Bursa-bursa regional pun langsung jatuh bak 'Black Friday'. Pada perdagangan Jumat (18/1/2008), indeks saham di bursa Asia langsung merosot. Misalnya Nikkei-225 turun hingga 1,49% ke level 13.577,50, indeks KOSPI merosot 1,94% ke level 1.690,1, indeks SP/ASX 200 merosot 2,6% ke level 5.703, Straits Times turun 73,17 poin ke level 3.066,71.
Pelemahan bursa-bursa utama dunia itu bisa menjadi sentimen negatif yang akan kembali membuat IHSG di BEI terpuruk. Padahal pada perdagangan kemarin IHSG sudah menunjukkan pemulihan dengan mencatat penguatan hingga 56,968 poin.
Menkeu Sri Mulyani mengingatkan para investor untuk tetap hati-hati mengingat kejatuhan IHSG kali ini merupakan dampak dari pelemahan bursa global.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Bhakti Securities:
Pulihnya bursa regional dari tekanan terjadinya resesi ekonomi Amerika Serikat memicu aksi beli terhadap saham-saham unggulan sehingga indeks pada perdagangan kemarin mengalami teknikal rebound sebesar 2,20% menjadi 2,649. Pola konsolidasi indeks telah terlihat, namun peluang untuk kembali meneruskan ralli belum terlihat jelas menunggu adanya konfirmasi dari arah pergerakan bursa regional. Kisaran indeks harian 2,620β2,700.
Optima Securities:
Indeks ditutup menguat didorong sentimen regional dan reboundnya harga komoditas CPO yang mendorong sektor perkebunan menguat 3%.Saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam juga menguat seperti TLKM sehingga mampu menopang indeks.Indeks diperkirakan masih cukup volatile dimana gejolak bursa regional berpengaruh cukup besar terhadap naik turunnya indeks. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.580-2.680 dengan saham pilihan: AALI, UNSP, TINS, BUMI, dan ANTM.
Panin Sekuritas:
Turbulensi melanda pasar finansial dalam perdagangan kemarin. Aksi beli pada sesi-2 mendorong IHSG naik 59 poin (+2.2%) dan ditutup pada 2.649,279 ditengah kekhawatiran resesi serta ancaman inflasi dalam negeri. Meski demikian, kami merekomendasikan investor untuk tetap berhati-hati. Untuk jangka pendek, indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang support-resistance 2.550-2.720.
(qom/qom)











































