Pada perdagangan Jumat (18/1/2008), rupiah dibuka langsung melemah ke level 9.475/9.480 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.445 per dolar AS.
Jika pasar saham kembali ambruk mengikuti pelemahan bursa-bursa global, maka tidak tertutup kemungkinan rupiah akan melemah terus. Namun para pelaku pasar memprediksi BI tidak akan tinggal diam dan membiarkan rupiah melemah hingga menembus level 9.500 per dolar AS.
Sementara dolar AS di pasar global masih bertahan atas euro, namun melemah atas yen dan poundsterling.
Euro doperdagangkan di level 1,4640 dolar. Namun dolar AS melamah hingga 106,59 yen, dibandingkan sebelumnya di level 106,87 yen.
Para investor kini tengah menunggu pengumuman dari Presiden George Walker Bush yang berjanji akan mengumumkan sejumlah paket kebijakan yang berisi stimulus untuk mendongkrak perekonomian AS yang kini diambang resesi.
(qom/qom)











































