Pada perdagangan Jumat (18/1/2008), IHSG dibuka langsung anjlok hingga 102,596 (3,87%) ke level 2.546,710.
Bursa-bursa regional ikut terpuruk menyusul merosotnya pasar saham di Wall Street. Indeks Nikkei-225 anjlok 387,67 poin ke level 13.395,78. Indeks Topix merosot 33,62 poin (2,53%) ke level 1.296,82, atau merosot di bawah level psikologis 1.300. Demikian pula indeks Hang Seng dibuka merosot 867,81 poin ke level 24.247,17.
Ambruknya bursa-bursa regional membuat menteri keuangan Jepang Fukushiro Nukaga memberikan seruan agar pelaku pasar tidak bereaksi secara berlebihan atas kekhawatiran terhadap resesi di AS.
"Ada banyak faktor yang menggerakkan pasar. Kita harus melihat secara hati-hati pada indikator ekonomi dan mengobservasi efek dari krisis subprime mortgage di AS dan tingginya harga minyak," kata Nukaga seperti dikutip dari AFP.
"Pasar kini diselimuti oleh ketakutan. Investor sangat prihatin dengan krisis subprime yang akan memperlemah perekonomian AS dan juga dunia," ujar Ben Kwong, COO KGI Asi Ltd.
Pelemahan bursa Asia terjadi setelah Wall Street diterpa aksi jual besar-besaran menyusul data perumahan dan manufaktur yang buruk plus kerugian besar-besaran yang dicetak oleh Merrill Lynch.
Kerugian besar-besaran yang dicetak Merrill Lynch hingga US$ 9,8 miliar sekaligus menambah panjang daftar-daftar korban krisis subprime mortgage.
Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin kembali merosot hingga 3 digit yakni 306,95 poin (2,46%) ke level 12.159,21. Nasdaq melemah 47,69 poin (1,99%) ke level 2.346,90. Sejak awal tahun ini, Dow Jones sudah terpangkas hingga 8,3%, sementara Nasdaq terpangkas 11,5%.
(qom/ir)











































