Pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (18/1/2008) pukul 11.30 JATS, IHSG anjlok 49,267 poin (1,86%) ke posisi 2.600,012.
Terpuruknya indeks mengikuti bursa regional yang babak belur. Kondisi ini dipicu oleh Wall Street yang pada perdagangan Kamis (17/1/2008) kembali diterpa aksi jual besar-besaran, setelah keluarnya data perumahan dan manufaktur yang buruk plus kerugian besar-besaran yang dicetak oleh Merrill Lynch.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan sesi I mencatat transaksi sebanyak 25.149 kali, dengan volume 1,351 miliar unit saham, senilai Rp 2,526 triliun. Sebanyak 22 saham, 154 saham turun dan 25 saham stagnan.
Saham-saham yang melorot harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 900 menjadi Rp 28.100, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 350 menjadi Rp 31.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 11.000, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 250 menjadi Rp 3.750 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 5.550.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, turun tajam 38 poin ke posisi 9.470 per dolar AS. Rupiah melemah karena banyak investor melepas investasi di rupiah seperti di saham.
(ir/qom)











































