Penetapan harga ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Elnusa Jumat (18/1/08) di Jakarta yang salah satu agendanya adalah penetapan harga saham perdana PT Elnusa. Rapat dipimpin Direktur Utama Perseroan Eteng A. Salam.
Dana hasil IPO sebesar Rp 481-620 miliar dengan nilai nominal Rp 100 per saham, direncanakan digunakan untuk investasi peralatan sebesar 40%, pengembangan dan perluasan anak usaha perusahaan dan perusahaan afiliasi sebesar 15%, modal kerja perseroan dan anak perusahaan 25% serta pembayaran pinjaman sebesar 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eteng mengaku optimistis investor strategis tertarik membeli saham perseroannya. Hal ini berdasarkan hasil roadshow yang dipimpinnya dalam sepekan terakhir ke lebih dari 20 institusi dan lembaga lokal maupun asing di Jakarta, Singapura dan Hongkong.
Dijelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan tumbuh 10% pada 2008 dari pencapaian 2007 sebesar Rp 2 triliun. Laba bersih tahun ini ditargetkan melonjak lebih tinggi 30% dari Rp 105 miliar tahun 2007.
Kontrak baru PT ELNUSA senilai Rp 700 miliar. Proyek-proyek yang menjadi garapan tahun 2008 ini meliputi penyediaan jasa migas PT Pertamina EP, ConocoPhillips, Total Indonesie, Petro China, Medco E&P Indonesia. Kontrak lainnya adalah dengan Loon Energy Brunei, Japan Exploration, M3nergy Berhad Malaysia, Bumi Siak Pusako. Proyek-proyek tersebut dapat menaikkan pendapatan sebesar Rp 2,24 triliun lebih. Nilai tersebut diperkirakan masih akan bertambah, seiring prospek pasar luar negeri lainnya yang sedang dibidik ELNUSA, di kawasan Asia Pasifik.
Setelah penawaran umum, kepemilikan publik menjadi sebesar 20% dan komposisi pemegang saham lainnya, Pertamina (Persero) 41,1%, PT Tri Daya Esta 37,15%, PT Danareksa Daiwa NIF Ventures 1,17%, PT Danareksa (Persero) 0,39%, Karyawan Elnusa 0,12%, Yayasan Hari Tua Elnusa 0,05%, dan Koperasi Karyawan Elnusa 0,01%. (ir/qom)











































