Pasar Saham Nggak Karuan, Analis pun Jadi Sering Salah

Pasar Saham Nggak Karuan, Analis pun Jadi Sering Salah

- detikFinance
Jumat, 18 Jan 2008 15:59 WIB
Jakarta - Kondisi pasar saham yang nggak karu-karuan membuat para analis ikut kalang kabut. Analis yang jago dan biasanya jarang meleset pun akhirnya 'takluk'.

Misalnya saja yang diakui oleh Head of Research Mega Capital Felix Sindhuata dalam Diskusi "Outlook Pasar Modal & Rekomendasi Investasi 2008 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),Jakarta, Jumat (18/1/2008).

"Sudah 4 tahun saya menjadi analis, baru tahun ini saja saya seringkali salah dalam membuat rekomendasi harian," ujarnya.

Felix mengakui bahwa arah tren pasar modal tahun ini sulit diprediksi karena kondisi perekonomian global yang sedang tidak menentu.

Namun Felix mengaku masih tetap optimistis dengan kondisi pasar modal di tahun 2008 karena industri ritel yang semakin membaik.

"Secara rata-rata sekonomi, sektor konsumsi menguasai 2/3 dari GDP, pemerintah harus bisa memproteksi daya beli masyarakat dengan menahan laju inflasi," ujarnya.

Felix merekomendasikan masih ada peluang pada sektor pertambangan khususnya pertambangan batubara di tengah kenaikan harga minyak sehingga banyak perusahaan yang mengalihkan penggunaan bahan bakar ke batubara. Selain itu telekomunikasi dan perbankan juga masih ada peluang.

Kepada pemerintah, Felix meminta agar menjaga laju peningkatan inflasi pada tahun 2008, sebab inflasi menjadi satu-satunya indikator yang menjadi faktor penentu untuk ekonomi Indonesia di tahun 2008.

"Kondisi di 2008 ini memang lebih berat dibandingkan dengan kondisi ekonomi di 2007, tahun ini pemerintah harus segera meng-handle laju inflasi yang disebabkan karena kenaikkan harga pangan terutama kedelai, jadi jangan dibiarkan terlalu lama karena di 2008 inflasi akan menjadi concern," urainya.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads