"Revenue naik 24%," kata Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah dalam jumpa pers tarif dan industri telekomunikasi 2007 dan 2008 di gedung Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
Rinaldi juga mengatakan pendapatan Telkom tahun 2008 kemungkinan terkena dampak dari aturan tarif yang akan dikeluarkan pemerintah. Peraturan baru ini mengenai formula tarif untuk interkoneksi, suara dan SMS yang diperkirakan turun 50%.
"Dari hitung-hitungan Telkom sendiri akan berdampak pada EBITDA margin dari saat ini sekitar 60% turun menjadi 57%. Profitabilitas margin juga turun," kata Rinaldi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi walaupun profit per pelanggan turun dengan elatisitas layanan, jangkauan itu bisa meningkatkan traffic yang otomatis revenue bisa stabil," ujar Rinaldi.
Buy Back Saham
Pelaksanaan buy back atau pembelian kembali saham Telkom yang sudah dilakukan sejak 2006 telah berhasil mengumpulkan 258 juta saham. Jumlah yang sudah dibeli ini mencapai 1,3% dari total buy back yang disetujui pemegang saham sebanyak 20 miliar unit saham.
"Dengan percepatan buy back itu earning pemegang saham menjadi lebih bagus," kata Rinaldi.
Dia juga menjelaskan, akuisisi PT Sigma Cipta Caraka akan dirampungkan pada Februari 2008. Akuisisi tersebut dilakukan karena Telkom akan memperkuat lini bisnisnya.
Sedangkan Telkom International kini sudah memperoleh lisensi operation base dari Singapura untuk bisnis whole sale regional.
(ir/qom)










































