Demikian disampaikan Dirut Bakrie & Brothers Bobby Gafur Umar dalam jumpa pers di Wisma Bakrie 2, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (18/1/2008).
"Dana hasil right issue, penerbitan waran dan pinjaman bank akan sebesar Rp 51,3 trilliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi saham BUMI, ENRG, dan ELTY," ujar Bobby.
Perseroan akan melaksanakan rights issue senilai Rp 40,1 triliun, bersamaan dengan itu perseroan akan menerbitkan waran senilai Rp 2,9 triliun. Sementara sisanya akan dibiayai dari pinjaman Barclays Capital senilai Rp 8,3 triliun.
Bobby merinci, rencananya Bakrie & Brothers akan mengakuisisi 35% saham BUMI atau setara dengan 6.791.400.000 saham. Harga perย saham BUMI yang telah disepakati adalah Rp 5.432 per saham sehingga total nilai akuisisi BUMI sebesar Rp 36,9 trilliun.
Sementara saham ENRG yang akan diakuisisi sebesar 40% atau setara 5.760.325.350 lembar saham dengan harga per saham Rp 1.249. Sehingga nilai total akuisisi saham ENRG sebesar Rp 7,2 trilliun.
Bakrie & Brothers juga akan mengakuisisi 40% saham ELTY atau setara 7.940.000.000 saham. Harga per saham ELTY disepakati Rp 556 atau total Rp 4,3 triliun.
"Jadi total dana yang dibutuhkan untuk akuisisi tersebut sebesar Rp 48,44 trilliun," ujar Direktur Keuangan Bakrie Brothers Yuanita Rohali.
Sisa dana dari pinjaman bank sebesar Rp 2,86 trilliun akan digunakan sebanyak Rp 1,65 trilliun untuk penyertaan saham di PT Bakrie Telecom Tbk dan Rp 1,2 trilliun untuk pembayaran hutang yang dimiliki PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk. (dro/ard)











































