"Pelemahan ini karena beberapa hari ini pasar saham global terkena pressure karena perekonomian Amerika yang ambruk," jelasnya.
Budi mengatakan bahwa secara global, nilai tukar juga melemah tapi sifatnya temporer. "Kita kan bagian dari ekonomi global, ekonomi emerging market yang kena pengaruh tapi temporer itu yang harus dicatat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang namanya temporer bisa recovery bisa turun, tapi basicly elemen waktunya ada disitu sementara, Insyallah nanti settle lagi," katanya.
Pada perdagangan Jumat kemarin (18/1/2008) rupiah sempat melemah hingga ke 9.480 per dolar AS, namun akhirnya ditutup dikisaran 9.443 per dolar AS. Pelemahan rupiah bisa sedikit diredam karena pasar menduga ada pertolongan intervensi dari bank sentral. (dnl/ir)
