Bursa Regional Bisa Bikin Tepar

Bursa Regional Bisa Bikin Tepar

- detikFinance
Senin, 21 Jan 2008 08:30 WIB
Jakarta - Bursa-bursa regional kembali kacau balau setelah paket kebijakan yang diumumkan Presiden AS George Walker Bush dinilai mengecewakan. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dalam tekanan.

Bursa-bursa Asia pada perdagangan Senin (21/1/2008) langsung merosot tajam mengikuti pelemahan Wall Street di akhir pekan lalu.

Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka langsung merosot hingga 346,86 poin (2,5%) ke level 13.514,43.

"Busar saham Tokyo pada Jumat lalu ditutup menguat karena investor bergerak untuk membeli dengan harapan akan keluarnya paket kebijakan AS. Namun kini tak ada yang konkrit keluar dari paket itu," ujar analis dari Daiwa Securities SMBC, Kazuki Miyazawa seperti dikutip dari AFP.

Selain Tokyo, bursa lain yang dibuka langsung merosot adalah indeks S&P/ASX Australia yang dibuka melemah 82,1 poin (1,4%) ke level 5.717,3.  Indeks Hang Seng dibuka juga langsung merosot hingga 742,85 poin ke level 24.459,02.

Pelemahan ini mengikuti pelemahan indeks Dow Jones di akhir pekan lalu sebesar 59,91 poin (0,5%) ke level 12.099,30.

Pelemahan bursa-bursa regional itu akan menjadi sentimen negatif yang menaungi IHSG. Namun potensi beli sebenarnya masih ada mengingat IHSG sudah melemah cukup tajam sejak akhir pekan lalu.

Investor masih akan melakukan aksi beli selektif dengan melihat perkembangan bursa-bursa regional lainnya hingga sesi siang nanti. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:

Indeks ditutup kembali melemah 38 poin ke level 2611 akibat Dow anjlok sehingga bursa Asiapun ikut koreksi. Walaupun regional mampu rebound namun indeks belum mampu mengikuti karena kurangnya sentimen positif dari dalam negeri disamping faktor melemahnya harga komoditas. Pembatalan DMO bagi produsen batubara bisa menjadi pendorong di sektor pertambangan batubara. Pada pekan ini hingga hari Rabu, indeks Dow diperkirakan rebound terkait relatif sepinya data ekonomi yang akan dirilis sehingga indeks berpeluang rebound. Indeks hari ini  diperkirakan menguat dengan kisaran 2.550-2.640 dengan saham pilihan: UNTR, TINS, BUMI, dan PTBA.

Bhakti Securities:

Belum menentunya arah perekonomian Amerika Serikat mengakibatkan indeks pada perdagangan akhir pekan kemarin kembali bergerak sangat volatil walaupun tetap dalam pola konsolidasi. Indeks mulai melemah terbatas (38 poin) menuju kisaran 2,611. Di perdagangan awal pekan ini indeks kami perkirakan akan bergerak mendatar dengan kisaran 2,571-2,650 mengingat volume perdagangan yang semakin melemah. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads