Pada penutupan perdagangan saham Senin (21/1/2008) IHSG jatuh 125,253 poin (4,8%) ke posisi 2.485,879. IHSG pada hari ini bahkan sempat anjlok hingga 149,994 poin.
Pecahnya pasar saham ini karena ancaman resesi AS yang sudah di depan mata. Paket ekonomi Bush senilai US$ 140 miliar yang belum disetujui kongres membuat pasar kehilangan arah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 32,009 poin (5,71%) ke level 528,426 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 24,089 poin (5,12%) menjadi 446,623.
Hampir semua bursa regional terkapar, seperti Hang Seng turun 5,49%, Kosdaq turun 2,17%, Seoul turun 2,95%, Nikkei turun 3,86%, Shanghai turun 5,14%, STI Singapura turun 4,6% dan Taiwan turun 0,91%.
Perdagangan hari ini mencatat transaksi sebanyak 58.148 kali, dengan volume 5,103 miliar unit saham, senilai Rp 5,954 triliun. Sebanyak 22 saham, 206 saham turun dan 30 saham stagnan.
Saham-saham yang jatuh harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.000 menjadi Rp 24.900, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 1.600 menjadi Rp 22.850, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 850 menjadi Rp 8.559, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 800 menjadi Rp 12.050, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 600 menjadi Rp 5.050, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 8.900 dan Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 20 menjadi Rp 260.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 7.150, Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) naik Rp 70 menjadi Rp 1.250, dan Multistrada Arah Sarana (MASA) naik Rp 25 menjadi Rp 235
(ir/qom)











































