"Negara mendukung untuk lebih ekspansif kepada kredit UMKM melalui Bank Bukopin, karena itu tidak dijual," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam raker dengan Komisi VI DPR/MPR, Jakarta, Senin (21/1/2008).
Pada kesempatan yang berbeda, Deputi Menneg BUMN bidang perbankan dan jasa keuangan Parikesit Suprapto mengatakan, pemerintah masih membutuhkan adanya kendali di Bank Bukopin. Sehingga saham pemerintah batal dilepas lagi sebagaimana yang direncanakan sebelumnya. Rencana semula pemerintah ingin menjual sisa sahamnya yang sekitar 17% lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ir/qom)











































