Pasar Saham Panik Lagi, Bursa Eropa Terburuk Sejak 9/11

- detikFinance
Selasa, 22 Jan 2008 08:34 WIB
Jakarta - Bursa saham regional kembali dilanda kepanikan. Aksi jual besar-besaran kembali menghempaskan bursa saham regional ke titik terendahnya sejak awal tahun.

Pelemahan di bursa regional ini mengikuti kemerosotan yang terjadi di bursa Eropa. Bursa saham di London, Paris, Frankfurt  dan Madrid pada perdagangan Senin (21/1/2008) mencatat penurunan terbesar selama sehari sejak peristiwa serangan terorisme 9/11 tahun 2001 silam.

Indeks FTSE London anjlok 5,48%, CAC Paris merosot 6,83%, DAX  Frankfurt merosot 7,16%, Madrid tumbang 7,54%. Demikian bursa-bursa di Amerika Latin yang ikut terperosok hingga level terendahnya. Jika diibaratkan, tak ada bursa saham di dunia yang selamat dari keterpurukan.

Bursa-bursa regional yang langsung tumbang di awal perdagangan Selasa (22/1/2008) adalah Straits Times Singapura turun 3,95% hingga dibawah level psikologis 3.000, KOSPI Korsel turun 3,6%, Nikkei-225 merosot 4,6%, S&P/ASX Australia anjlok 3,1%.

Menurut para pialang, investor semakin mencemaskan kondisi perekonomian AS yang kini sudah diambang resesi. Para investor kini juga bersiap-siap menghadapi koreksi tajam di Wall Street setelah kembali dibuka perdagangannya. Perdagangan saham di Wall Street masih libur memperingati hari Martin Luther King.

Seperti dikutip dari AFP, pelemahan terjadi karena investor masih merasa kecewa dengan paket kebijakan senilai US$ 145 miliar yang diumumkan oleh Presiden AS George Walker Bush. Kebijakan itu dinilai tak cukup untuk menyembuhkan 'luka' akibat krisis subprime mortgage.

"Pasar saham global kini sedang berada dalam rantai penurunan yang tajam," ujar Hiroichi Nishi, pialang dari Nikko Cordial.

Para investor di bursa saham Indonesia tampaknya juga harus waspada. Aksi jual besar-besaran bisa kembali merontokkan bursa dan membawa IHSG ke titik terendahnya.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Bhakti Securities:

Indeks tidak mampu mempertahankan pola konsolidasi pada perdagangan kemarin akibat derasnya gelombang penurunan bursa regional sehingga indeks tergerus  tajam sebesar 4,80% menuju 2,485. Indeks pada perdagangan hari ini kami perkirakan berpeluang untuk kembali melemah mencoba support pertama di 2,450 dan bila tertembus maka indeks akan menuju 2,353.    

Optima Securities:


Efek domino dari pelambatan ekonomi AS membawa dampak ke bursa China sehingga terkoreksi  lebih dari 5% dipicu oleh Bank of China yang harus writte off  US$ 2,4 miliar. Sebelumnya paket ekonomi Bush senilai US$ 140 miliar yang belum disetujui kongres belum mampu menenangkan kepanikan pasar sehingga emosional panic selling merata di semua bursa Asia. Kejatuhan bursa Asia terutama China ikut membuat indeks jatuh hingga 4,7% dibawah level psikologis 2.500.Hari ini bursa Nikkei akan mencermati pidato Gubernur Bank Sentral,  Fukui yang akan menentukan kebijakan suku bunga. Indeks masih sangat volatile dimana bursa Asia menjadi fokus utama saat ini dimana bursa AS sedang libur. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran: 2.430-2.580 dengan saham pilihan: INCO, UNSP, TINS, AALI dan BUMI.    

Panin Sekuritas:


Pasar regional kemarin ditutup anjlok didorong oleh pernyataan bahwa AS sekarang ‘telah’ berada dalam resesi. Perlambatan ekonomi di AS membawa dampak sangat besar terhadap perekonomian global, karena diketahui AS merupak importir terbesar bagi negara-negara seperti Jepang, China, dan termasuk Indonesia. Para investor saat ini tengah menanti langkah yang akan diambil oleh The Fed dan pemerintah Bush terkait dengan resesi di negara tersebut. Secara teknikal, IHSG berada dalam downtrend untuk jangka pendek, dan kemungkinan masih akan terus berlanjut. Meski demikian, kami melihat peluang untuk melakukan swing trading pada saham bluechip yang sudah oversold. Target support indeks berada di 2.394.



(qom/qom)