"Kita tetap berada di pasar, karena kelihatannya semua menahan dolar, jadi kita lah yang harus menjaga," ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah sebelum rakor di Gedung E Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/1/2008).Deputi Gubernur Budi Mulia menambahkan BI akan mencermati pasar untuk menjaga dampak negatif dari anjloknya indeks.
"Ya, memang itu yang selama ini dilakukan oleh BI, menjaga dampak negatif, dari perkembangan yang berlangsung ini karena ada risk adversi atau pembalikan risiko secara global," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Gubernur BI, rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Dirut Bursa Efek Indonesia Ery Firmansyah.
(ddn/qom)











































