Pada perdagangan Selasa (22/1/2008), rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.475 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.460 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, BI harus berada di pasar karena saat ini semua orang terus menahan dolar.
"Jadi kita harus menjaga," kara Burhanuddin sebelum mengikuti rakor yang membahas perkembangan pasar finansial dunia akhir-akhir ini.
Menurut Burhanudin, secara umum anjloknya IHSG pada hari ini masih dalam taraf normal.
"Secara umum, kita masih lebih baik dari Hongkong. Singapura memang lebih baik dari kita, tapi IHSG kita masih within the range," ujar Burhanudin.
Namun untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak yang lebih besar, ia mengatakan harus ada satu indikator yang tetap agar dapat menjadi referensi utama.
"BI akan tetap ada di pasar untuk mengamankan nilai tukar. Karena kalau terjadi selling dalam jumlah besar, biasanya kan settlementnya 1-2 hari kemudian. Oleh karena itu harus ada satu indikator yang tetap dan menjadi referensi bagi semua, dan itu adalah nilai tukar," jelas Burhanudin.
Sementara itu, Burhanudin menyatakan bahwa optimisme pemerintah terhadap pasar modal, terutama dipengaruhi oleh masih stabilnya pasar SUN.
"Kenapa kita optimis, tidak lain karena pasar SUN masih stabil, bahkan naik," ujar Burhanudin
(qom/qom)











































